Katak-Katak Ini Punya Warna yang Indah, tetapi Paling Beracun di Dunia

Katak-Katak Ini Punya Warna yang Indah  tetapi Paling Beracun di Dunia - I D Pran tidak,semua,hewan,yang,unik,berwarna,indah,cocok,untuk,dipelihara,karena,mereka,bisa,saja,sangat,beracun,seperti,katak-katak,eksotis
Tidak semua hewan yang unik dan berwarna indah cocok untuk dipelihara, karena mereka bisa saja sangat beracun. Seperti katak-katak eksotis ini.
Bentuk pertahanan diri setiap hewan berbeda-beda. Hewan yang besar biasanya mengandalkan tubuhnya untuk mengintimidasi musuh, tetapi hewan yang kecil kerap kali memiliki teknik-teknik tertentu supaya bisa bertahan hidup dari predator, salah satunya yaitu memiliki racun pada gigitan maupun sengatan. Bahkan, katak yang kecil pun ada yang beracun. Tentu saja bukan katak yang biasanya kita lihat di sawah, tetapi katak tententu yang biasanya hidup di pedalaman hutan. Seperti katak-katak beracun berikut ini.

1. Black Poison Dart
Black Poison Dart
amazonaws.com
Black Poison Dart merupakan salah satu katak beracun yang hidup di Amerika, terutama Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Mereka punya warna-warna yang indah dan mencolok, tetapi kulit mereka sangat berbahaya untuk disentuh secara langsung. Bahkan suku-suku di Amerika sering memakai racun di kulit katak ini untuk melumuri anak panah mereka, sehingga dari sana lah nama Black Poison Dart ini berasal. Jika diberikan pada manusia dalam dosis tertentu, racun katak ini cukup untuk membunuh manusia.

2. Golden Poison
Golden Poison
reptilesmagazine.com
Disebut Golden Poison karena memang warna katak ini kuning seperti emas. Namun, jangan sampai lengah dengan warna indahnya itu, karena Golden Poison memang memiliki racun yang cukup tinggi di kulitnya. Hewan lain yang tidak sengaja memakan katak ini bisa mengalami gejala keracunan yang sangat menyakitkan. Namun, ternyata katak ini juga cukup sering dikonsumsi warga sekitar, tetapi setelah terlebih dulu dibuang racun dari kulitnya.

3. Amazonica Ranitomeya
Amazonica Ranitomeya
berkeley.edu
Amazonica Ranitomeya juga banyak dijumpai di hutan Amerika Selatan. Katak satu ini warnanya memang sangat menarik, yaitu perpaduan hitam, biru neon dan juga kuning cerah. Uniknya lagi, ukuran katak ini sangat kecil, yaitu hanya sebesar kuku jari manusia. Namun karena kandungan racunnya tinggi, kulit katak ini biasa dimanfaatkan untuk melumuri anak panah dengan racun tersebut.


4. Dendrobates Tinctorius Azureus
Dendrobates Tinctorius Azureus
ryanphotographic.com
Selain warnanya yang biru mencolok, katak satu ini juga cukup agresif kepada musuhnya, baik itu hewan maupun manusia. Kandungan racun alkaloid yang tinggi di tubuhnya membuat katak satu ini sangat berbahaya untuk predator, karena tidak hanya bisa melumpuhkan, racun katak biru ini juga cukup mematikan.

5. Dendrobates Yellow Banded
Dendrobates Yellow Banded
picdn.net
Katak kuning yang biasa ditemukan di Venezuela ini suka sekali dengan tempat-tempat yang lembab. Hal ini karena kulit katak Yellow Banded ini cukup sensitif dengan udara panas, sehingga membutuhkan kelembaban lebih tinggi daripada katak lainnya. Kandungan racunnya yang tinggi bisa menjadi ancaman besar bagi manusia maupun predatornya.

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
1 tahun 9 bulan lalu
0
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
Jenis-Jenis Sepatu dan Sandal Era 90-an yang Bikin Pengen Pakai Lagi!
Yakin Enggak Suka Baca? Yuk, Mending Main Menuju 5 Perpustaan Kece Ini
5 Firaun Wanita Penguasa Mesir Kuno Ini Dikenal Paling Hebat dan Cantik
Pernah Nonton Film Titanic? Ternyata Gini Proses Syutingnya
5 Aktor Top Dunia, Kamu Pilih yang Mana?
Pos Indonesia Resmi Luncurkan Prangko Dilan, Berikut Penampakan dan Harganya!
Pohon Tarra, Tempat Persemayaman Terakhir Para Bayi di Toraja
10 Meme Ini Cuma Cowok yang Ngerti, Cewek Pasti Gagal Paham!
Ini Loh 5 Sinetron Horor Jadul yang Selalu Bikin Takut Tidur Sendirian
Antara si Cantik Raisa dan Isyana, Pilih yang Mana Mblo?
"Sakit Tapi Tak Berdarah” Mungkin Dirasakan 8 Orang Sial Ini!
Pria Terseksi dari Tahun 1990 Hingga Awal 2000-an Versi People Magazine. Siap-siap Melongo!