I.D.Pran Menulis artikel
@ipranastiti

Seperti Inilah Potret Menyedihkan Kebun Binatang Manusia yang Pernah Ada di Masa Lalu

Seperti Inilah Potret Menyedihkan Kebun Binatang Manusia yang Pernah Ada di Masa Lalu
Ketika Hak Asasi Manusia belum jelas hukumnya, manusia pun cenderung membedakan rasnya dari ras lain dengan cara yang ekstrem. Contohnya adalah dengan mendirikan sebuah kebun binatang manusia.
Kalau kita pergi ke kebun binatang, artinya di sana kita akan melihat binatang. Para binatang ini dikurung dan hidup di dalam kurungan untuk menjadi tontonan orang-orang. Namun, ketika konsep ini juga diterapkan pada manusia, mungkin jadinya akan seperti ulasan berikut ini.

Zaman dulu, ketika masyarakat Eropa mulai menjelajah ke berbagai belahan dunia, mereka pun menemukan banyak hal baru di pulau-pulau atau daratan baru. Salah satunya adalah menemukan suku primitif, dalam hal ini suku pedalaman yang tinggal di pulau tersebut. Kemudian, mungkin karena menganggap ras mereka lebih tinggi disebabkan oleh warna kulit yang begitu berbeda, beberapa penjelajah yang serakah pun membawa para pribumi menuju daratan Eropa. Untuk apa? Untuk dijadikan budak.

Namun, semakin ke sini, perbudakan tidak berhenti juga malah diperparah dengan dibangunnya kebun binatang tetapi isinya manusia. Ada banyak kebun binatang manusia yang didirikan, contohnya di Perancis, Jerman dan Amerika Serikat.

1. Suku Tradisional Filipina di Kebun Binatang Manusia

Kwikku, Suku Tradisional Filipina di Kebun Binatang Manusia
Sumber: caping.co.id
Suku tradisional dari Filipina ini dikurung di kebun binatang Coney Island, Amerika Serikat. Mereka diperkenankan memakai pakaian tradisional dan melakukan kegiatan adat untuk ditonton orang-orang dari balik pembatas pagar.

2. Seorang Gadis Kecil di Kebun Binatang Manusia Brussels, Belgia, 1958

Kwikku, Seorang Gadis Kecil di Kebun Binatang Manusia Brussels Belgia
Sumber: caping.co.id
Di Brussels, ada kebun binatang manusia yang menampilkan orang-orang berkulit hitam. Bahkan ada olimpiade barbar yang dilakukan di dalam kandang ini. Parahnya lagi, seperti yang kamu lihat sendiri di foto, anak kecil pun diperlakukan sebagai tontonan.

3. Ota Benga asal Kongo, di Kebun Binatang New York, 1906

Kwikku, Ota Benga asal Kongo di Kebun Binatang New York
Sumber: caping.co.id
Ota Benga, seorang kulit hitam dari Kongo bahkan dikurung bersama primata untuk dipertontonkan kepada khalayak. Meskipun dia akhirnya dibebaskan, tetapi lingkungan yang begitu berbeda dan banyaknya orang-orang yang mengejeknya membuat Ota Benga pun mengakhiri hidupnya sendiri.

4. Suku Selk’Nam yang Dibawa ke Eropa untuk Ditampilkan di Kebun Binatang Manusia

Kwikku, Suku SelkNam yang Dibawa ke Eropa untuk Ditampilkan di Kebun Binatang Manusia
Sumber: wowmenariknya.com

5. Sarah Baartman yang Tampil di Depan Publik. Sarah yang sudah meninggal sempat dijadikan bahan penelitian, kemudian jasadnya di simpan di Museum Mankind, Paris. Hingga akhirnya dikubur di tahun 2002

Kwikku, Sarah Baartman yang Tampil di Depan Publik Sarah yang sudah meninggal sempat dijadikan bahan penelitian kemudian jasadnya di simpan di Museum Mankind Paris Hingga akhirnya dikubur di tahun
Sumber: wowmenariknya.com

6. Kebun binatang manusia di Desa Negro, Jerman

Kwikku, Kebun binatang manusia di Desa Negro Jerman
Sumber: wowmenariknya.com
Itu tadi hanyalah segelintir dari cerita kebun binatang manusia di masa lalu. Namun, apakah sekarang hal seperti itu sudah berakhir? Tampaknya belum. Buktinya, beberapa manusia dengan kelainan tertentu masih sering dijadikan tontonan di ajang-ajang sirkus. Contoh lainnya adalah perlakuan pada suku Jawara di India dari tur-tur pariwisata ilegal. Mereka adalah suku yang berada di pedalaman pulau Andaman, dan sangat dijaga oleh pemerintah. Namun, para penyedia tur ilegal masih saja gencar menawarkan pariwisata untuk menonton penduduk suku Jawara ini.

0
0 none
Yang mungkin kamu suka
Komentar (1)