Bukan Sembarang Kursi Roda, Milik Stephen Hawking Ini Sangat Canggih. Lebih Dari Yang Dibayangkan!

Bukan Sembarang Kursi Roda  Milik Stephen Hawking Ini Sangat Canggih  Lebih Dari Yang Dibayangkan  - Indahhikma bukan,sembarang,kursi,roda,fakta,kursi,canggih,milik,stephen,hawking
Bukan sembarang kursi roda, ini fakta kursi canggih milik Stephen Hawking!

Kematian ilmuwan Stephen Hawking membuat dunia kehilangan sosoknya. Fisikawan ini sudah puluhan tahun bergelut dengan dunia penelitian terkait alam semesta. Teori-teori yang dikembangkannya pun sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia kini, seperti Teori Bigbang dan Black Hole.

Meski dalam keadaan kurang sehat karena divonis penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) sejak usianya 32 tahun. Ia pun akhirnya tak bisa berbicara dan berjalan. Akhirnya, ia menghabiskan sisa hidupnya di atas kursi roda sembari terus melakukan penelitian.

Tapi sebenarnya, kursi roda yang ia gunakan bukanlah sembarangan, melainkan kursi khusus berteknologi canggih agar sang ilmuwan tetap bisa melakukan aktivitas sehari-harinya. Dalam satu perangkat tersebut, Stephen Hawking bisa melakukan segala kegiatan, lho. Kamu bakal takjub deh dengan kecanggihannya. Simak ulasannya berikut ini!

1. Menggunakan Equalizer

Equalizer merupakan data pemrograman pertama yang digunakan oleh Stephen Hawking untuk bisa berkomunikasi. Alat ini membantunya untuk memilih kata-kata yang ingin diucapkan dengan hanya meng-klik tombol.

Pemrograman ini pertama kali dibuat pada tahun 1986 oleh Wakter Woltosz CEO Word Plus. Di awal pembuatannya, alat ini hanya bisa digunakan di satu tempat saja dan tidak bisa mobile. Hingga akhirnya di tahun 1987, David seorang insinyur di bidang komputer berhasil membuat Equalizer menjadi lebih kecil dan memasangkannya di kursi roda milik Stephen Hawking.

Kemampuan komunikasi yang semakin turun, pada akhirnya membuat Stephen Hawking kesulitan menggunakan Equalizer. Namun Intel Corporation membuat sebuah tablet komputer yang khusus di pasang di kursi rodanya.

2. Synthesizer Suara

Cara kerja Synthesizer Suara hampir sama dengan Equalizer. Hanya saja, alat ini bisa melakukan konversi dari tulisan menjadi suara. Dengan demikian, Hawking bisa berbicara dengan orang lain.

3. Sensor Pipi

Penyakit langka yang diderita oleh Hawking membuat kekuatan ototnya semakin melemah. Sehingga ia merasa kesulitan menggunakan equalizer, hingga akhirnya para ilmuwan membuat sebuah alat yang membuat sang ilmuwan bisa berbicara menggunakan pipi. Alat penerima sensor itu tertanam di dalam kursi roda, sedangkan sensor pipi terpasang di kacamatanya yang akan bekerja bila ada gerakan otot.

4. Gunakan Komputer Spesifikasi Terbaru

Komputer yang tertanam di kursi roda menggunakan spesifikasi terbaru, yaitu Lenovo Yoga 260 dengan prosesor Intel i7 dan memori penyimpanan 512 GB yang beroperasi di Windows 10.

5. Peningkatan Synthesizer

Semakin canggihnya teknologi, begitu pula dengan kursi roda milik Hawking. Alat tersebut mengalami peningkatan sistem Synthesizer suara dengan menggunakan Assitive Context-Aware Toolkit (ACAT) yang dikembangkan oleh Intel.

6. Diganti Dengan Komputer Tablet

Para ilmuwan kemudian memperbaharui kursi roda dengan memasang baterai yang langsung terhubung dengan komputer tablet. Teknologi ini membuat Stephen Hawking bisa berbicara 15 kata per menit. 

7. Dapat Membantu Stephen Hawking Mengajar

Pembaharuan terhadap kursi roda Hawking terus dilakukan. Kali ini, mereka melakukan improvisasi pada algoritma komputernya. Perubahan algoritma ini meningkatkan akurasi kata-kata yang diucapkan olehnya, sehingga tetap bisa memberikan pengajaran terhadap teori-teori fisika. Kursi roda ini juga bisa mengirim email secara cepat.

8. Bisa Memonitor Kesehatan

Penyakit ALS membuat Stepehn Hawking mengalami penurunan kesehatan setiap tahunnya. Kemampuan fisikanya pun semakin melemah. Oleh sebab itu, ilmuwan bersama dokter memasng alat pendeteksi tekanan darah, denyut jantung dan suhu tubuh pada kursi roda tersebut.

Hebat banget ya Kwikkers para ilmuwan yang telah menciptakan kursi roda sang fisikawan. Walaupun telah tiada, namun sosok Stephen Hawking tetap dikenang sebagai bapak yang telah berkontribusi untuk alam semsta. (ind)



Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
1 tahun 5 bulan lalu
0
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
Ribet Banget! 5 Aturan Nggak Masuk Akal Ini Harus Dilakukan Istri Kim Jong Un
Terbiasa Bangun Pagi, Ternyata Alasan Dibaliknya Nggak Pernah Terbayangkan!
Deretan Fakta Mencengangkan Yang Belum Kamu Tahu Tentang Serba-Serbi Rokok di Indonesia
Mengapa Kebanyakan Tokoh Kartun Berwarna Kuning? Jawabannya Ada Di Sini!
Dari Bekas Pabrik Semen Kosong, Arsitek Ini Ubah Bangunan Jadi Hunian Layaknya Hotel Bintang 5
Kumpulan Karya Seni dari Benda Sehari-hari yang Bakal Bikin Kamu Kagum! Memang Seni Kagak Ada Matinya Cuy!
Jarang Terjadi, 5 Fenomena Ini Bikin Heboh Dunia!
Daftar Gaji Pegawai Istana Buckingham, Mulai Dari Pencuci Piring Sampai Tukang Kebun!
Layaknya Patronus: Inilah Mantra Ampuh Dari Para Konglomerat.
Ngena Banget! Ilustrator Korea Ini Menggambarkan Cinta dan Kemesraan dengan Mengesankan, Siapapun yang Baca Pasti Leleh
Indonesia Sudah Memasuki Ekonomi Kreatif, Kamu Ingin Menjadi Pengusaha Muda Kreatif? Simak Tips Kece Ini
Ir. Soekarno & Tony Stark Kok Mirip Yaa?