Tak Disangka 8 Film Indonesia Ini Pernah Bersaing di Ajang Oscar!

Tak Disangka 8 Film Indonesia Ini Pernah Bersaing di Ajang Oscar  - Indahhikma memiliki,cerita,anti-mainstream,film,indonesia,berhasil,tembus,oscar
Memiliki cerita anti-mainstream, 8 film Indonesia ini berhasil tembus Oscar!

Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) setiap tahunnya memilih satu film produksi sineas Indonesia untuk mewakili negara di ajang Academy Awards. Menariknya, sejak tahun 1984 PPFI juga mengirimkan sebuah film untuk berkompetisi dengan puluhan film dari negara-negara lain dalam kategori Best Foreign Language Film.

Ada 5 film terbaik yang nantinya diumumkan di puncak ajang Oscar. Walau demikian, hingga kini perwakilan Indonesia masih belum berhasil menduduki peringkat tersebut. Tapi, film lokal apa saja sih yang pernah terpilih dan masuk ke ajang bergengsi tersebut?

1. Daun di atas Bantal (Leaf On a Pillow)

Film berkualitas ini merupakan salah satu arahan dari sutradara ternama Indonesia, Garin Nugroho. Berkisah tentang kehidupan anak jalanan di Kota Yogyakarta, Daun di Atas Bantal dibintangi oleh Christine Hakim dan beberapa anak jalanan sungguhan.

Dengan tangan dinginnya, sang sutradara mampu membawa film ini ke ajang internasional. Meski tak lolos pada Oscar, namun film ini berhasil masuk Un Certain Regard Section pada Cannes Film Festival pada tahun 1998.

2. Ca Bau Kan (The Courtesan)

Ca Bau Kan merupakan film yang diangkat dari nobel karya Remy Sylado. Menariknya, film ini memiliki setting waktu 3 zaman, yakni kolonial Belanda (1930-an), pendudukan Jepang (1940-an), hinga pasca kemerdekaan (1960).

Mengangkat kisah kehidupan seorang wanita pribumi bernama Tinung yang dibintangi oleh Lola Amaria, seorang Ca-Bau-Kan yang hidup di daerah Kalijodo, Batavia. Film ini disutradarai oleh Nia Dinata dan dibintangi oleh sejumlah aktris dan aktor top tanah air, seperti Ferry Salim dan Niniek L. Kariem.

3. Biola Tak Berdawai (Stringless Violin)

Film yang disutradarai oleh Sekar Ayu Asmara ini dibintangi oleh Ria Irawan, Nicholas Saputra, Jajang C. Noer dan Dicky Lebrianto. Berkisah tentang kehidupan Renjani, seorang balerina yang tengah memulihkan diri akibat pernah diperkosa.

Perempuan itu memiliki seorang anak yang mengalami distorsi otak. Salah satu cara untuk memulihkannya adalah dengan terapi musik. Jalan inilah yang kemudian mempertemukannya dengan Bhisma, seorang pemain biola yang membantunya menyembuhkan putranya tersebut.

4. Gie

Gie merupakan sebuah film megah serta kolosal karya Riri Riza. Sutradara terbaik itu banyak melibatkan aktor dan aktris terbaik untuk pemeran utama dan pendukungnya.

Semasa hidupnya, Soe Hoe Gie terus memperjuangkan keadilan di Indonesia. Ia merupakan salah seorang mahasiwa Universitas Indonesia yang kritis dan bergabung dengan aktivis serta pecinta lingkungan. Film biopik ini berhasil menjadi film terbaik FFI pada tahun 2005.

5. Berbagi Suami (Love For Shared)

Berbagi Suami disutradarai oleh Nia Dinata dan dibintangi oleh sejumlah aktris serta aktor top tanah air. Berkisah tentang cerita 3 wanita dari kelas sosial, agama, etnis dan latar belakang berbeda. Ketiganya sama-sama menyoal tentang isu poligami. Dalam film ini sebenarnya penonton digiring pada isu-isu kritik sosial.

6. Denias Senandung di Atas Awan (Denias Singing in The Cloud)

Film yang diarahkan oleh John de Rantau ini mengajak penonton untuk menilik alam Papua yang indah. Dalam Denias Senandung di Atas Awan, kamu akan disuguhkan dengan lanskap tanah Papua yang begitu memesona.

Bercerita tentang Denias, seorang anak yang hidup di desa terpencil Papua. Ia memperjuangkan hak dan pendidikannya dengan segenap usaha. Film yang juga dibintangi oleh Ari Sihasale ini mampu bersaing dengan The Photograph dan Opera Jawa.

7. Jamila dan Sang Presiden (Jamila and The President)

Ratna Sarumpet berhasil mengarahkan putrinya, Atiqah Hasiholan dan Christine Hakim dalam film drama berbalut politik berat ini. Dikisahkan Jamila adalah seorang pekerja seks komersial yang dipenjara karena telah membunuh seorang menteri. Selama di dalam bui, seorang sipir mencari tahu tentang latar belakang Jamila dan apa yang menjadi penyebab dari pembunuhan itu.

8. Alangkah Lucunya Negeri Ini (How Funny This Country Is)

Karakter Muluk yang dibintangi oleh Reza Rahadian ini diceritakan sebagai seorang sarjana lulusan S1 namun kesulitan mendapatkan pekerjaan meski sudah melamar ke sana kemari. Hingga akhirnya bergabung dalam sekelompok pnecuri yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan memposisikan diri sebagai Manajer hasil curian.

Film yang digarap oleh Deddy Mizwar ini memiliki banyak sekali kritik sosial kepada masyarakat hingga menyoalkan agama, norma dan budi pekerti.

Wah, salut banget ya dengan sineas Indonesia. Yuk, terus apresiasi film lokal agar mampu bersaing di ajang internasional? (ind)

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
3 bulan 2 minggu lalu
1
Boost!
Bagikan


Loading...
SARAN DARI DISCOVER
Begini Jadinya nih Kalau Para Putri Disney dan Ikon Budaya Populer Hidup di Zaman Now!
Ngintip Lukisan-Lukisan Ustadz Sholeh Pati yang Seremnya Kebangetan
15 Foto Ini Juga Jadi Bukti Supermarket Bisa Bercanda
Tahu Lagu Jaran Goyang? Ini Kisah Misteri Di Balik Lagu tersebut !
Bukannya Merawat Anak-Anak dengan Baik, 5 Panti Asuhan di Dunia Ini Malah Suka Berlaku Kejam
Transformasi Alat Komunikasi Dari Zaman Ke Zaman, Masih Ada yang Inget Gak?
Diambil Tahun 1983, Foto Ini Buktikan Bila Madonna Tak Pernah Menua
Setan Kalah! Inilah 4 Kota Hantu Paling Mengerikan Di Seluruh Dunia
Pria Terseksi dari Tahun 1990 Hingga Awal 2000-an Versi People Magazine. Siap-siap Melongo!
Deretan Para Bocah Bertubuh Kekar ! Awas Jangan Coba Gangguin !
Beginilah Famadihana, Ritual Dansa Ramai-Ramai dengan Mayat di Madagaskar