fachrinaprilia Menulis artikel
@fachrinaa

Mirisnya 5 Negara Ini Jadi Produsen Narkoba Terbesar di Dunia

Mirisnya 5 Negara Ini Jadi Produsen Narkoba Terbesar di Dunia
Kehadiran narkoba saat ini menjadi ancaman terbesar di dunia yang bisa merusak generasi muda. Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk membasmi mata ranti perdagangan narkoba. Meskipun demikian masih ada saja kendala karena narkoba terus diproduksi oleh beberapa negara yang menjadi pemasoknya.
Cocok buatmu

Sekelumit permasalah narkoba memang tidak habis dikupas habis karena mata rantai yang panjang dan sudah menyebar kemana-mana. Barang haram tersebut sudah terlanjur menjadi candu bagi mereka para pemakai. Well, jangan sampai kita terjerat permasalahan tersebut. Mirisnya ada beberapa negara yang memproduksi narkoba dalam skala yang besar seperti yang dikutip dari sindonews.com berikut ini. So, sekedar menjadi informasi ya gaes! Simak yuk ulasan berikut ini

1. Kolumbia

Kwikku, Kolumbia

Urutan ke-5 ditempati oleh Kolumbia yang mengalami pengingkatan narkoba yang mereka produksi. Data dari UNODC mengungkap beberapa lahan yang digunakan menanam barang haram tersebut mencapai 69 ribu hektare. Tak heran jika Kolumbia menjadi penghasil Kokain terbanyak di dunia.

2. Belize

Kwikku, Belize

Selanjutnya ada Belize diposisi ke-4 pemasok terbesar dan urutan ke-11 sebagai negara yang banyak kehilangan warganya akibat kematian karena obat terlarang.

3. Bolivia

Kwikku, Bolivia

Bolivia menempati urutan ke-3 sebagai pemasok narkoba terbesar di dunia. Negara ini membudidayakan tanaman kokas daun yang dengan mudah diekspor ke Brasil, Argentina, Chile, Paraguay, dan Eropa akibat buruknya sistem pebean yang ada.

4. Myanmar

Kwikku, Myanmar

Myanmar menjadi negara terburuk nomor 2 sebagai pengedar narkoba terbesar di dunia. Negara ini memiliki 55.000 hektar ladang opium.

5. Peru

Kwikku, Peru

Dan peru menjadi yang terburuk sebagai negara produsen narkoba terbanyak di dunia. Negara ini memiliki sekitar 53.000 hektare ladang koka. Peru mendistribusikan narkoba tersebut ke Brasil, Chile, Argentina, dan Bolivia.

1
1 none
Komentar