I.D.Pran Menulis artikel
@ipranastiti

Mengungkap Fakta Tradisi Pernikahan Mayat di China untuk Menangkal Petaka

Mengungkap Fakta Tradisi Pernikahan Mayat di China untuk Menangkal Petaka
Bukan hanya manusia hidup yang butuh dinikahkan, mayat pun perlu dinikahkan. Seperti tradisi di China ini.
Cocok buatmu
Di China, masyarakatnya memiliki sebuah tradisi tentang menikahkan mayat. Biasanya masyarakat di sekitar Provinsi Shanxi dan Henan, yang masih memegang kepercayaan mengenai pernikahan semacam ini. Mereka percaya, bahwa anak lelaki yang meninggal dalam keadaan belum memiliki pasangan, harus dicarikan pengantin wanita supaya keluarga yang ditinggalkan tidak terkena sial. Tentu saja supaya hal ini terwujud, keluarga akan mencarikan mayat wanita supaya bisa dinikahkan dengan mayat anak lelaki mereka.

Supaya lebih jelas, mari membahasnya perlahan.

1. Sejarah dari Tradisi Pernikahan Mayat di China

Kwikku, Sejarah dari Tradisi Pernikahan Mayat di China
Sumber: boombastis.com
Tradisi pernikahan ini diperkirakan sudah ada semenjak 3000 tahun lalu. Praktiknya sendiri tampaknya ada di China bagian tengah. Hal ini dilakukan bertujuan supanya pria yang meninggal tidak kesepian di alam baka. Jika si arwah ini kesepian, dia akan pulang ke rumah dan malah membuat keluarganya mengalami sial. Untuk itulah mengapa mayat pria yang sebelumnya belum memiliki pasangan, harus dinikahkan terlebih dulu.

Pernikahan ini tentu dilakukan sesama mayat. Artinya, mayat laki-laki harus dinikahkan dengan mayat perempuan. Biasanya, keluarga yang memiliki mayat perempuan akan menawarkan anak mereka, sebab keluarga pihak wanita akan mendapat harga yang cukup mahal jika mau dinikahkan. Biasanya keluarga pihak mayat laki-laki akan memberikan perhiasan, rumah maupun uang, tergantung permintaan.


2. Tradisi Menikahkan Mayat Sempat Dilarang tetapi Hadir Kembali

Kwikku, Tradisi Menikahkan Mayat Sempat Dilarang tetapi Hadir Kembali
Sumber: boombastis.com
Praktik menikahkan mayat ternyata sempat dilarang di masa pemerintahan Mao Zedong. Namun, ternyata setelah pemerintahannya berakhir, tradisi ini pun diangkat kembali. Menurut sebagian besar keluarga, mereka harus tetap menikahkan mayat lelaki jika tidak ingin mendapat sial. Tidak mengapa terlambat, tetapi harus tetap dinikahkan. Pada akhirnya, hal ini malah menjadi mata pencaharian beberapa orang. Seperti adanya profesi pencari mayat wanita, yang memang sangat dibutuhkan oleh pihak keluarga mayat lelaki.


3. Pencurian Mayat dan Harga Mayat yang Sangat Tinggi

Kwikku, Pencurian Mayat dan Harga Mayat yang Sangat Tinggi
Sumber: boombastis.com
Bahkan, meskipun mayat seorang calon pengantin wanita tinggal tengkorak saja, harganya masih cukup mahal. Hal ini pun menimbulkan masalah baru, karena banyak keluarga yang rela mencuri mayat wanita supaya bisa mendapat uang. Tidak heran jika kuburan di Provinsi Shanxi banyak yang kehilangan mayat wanita. Bayangkan saja, ketika mayat sudah menjadi tulang, harganya sudah mencapai 50 ribu Yuan, kalau masih utuh bisa sampai 100 ribu Yuan. Lebih tinggi lagi kalau mayat wanitanya masih segar, alias baru meninggal.


4. Praktik Pembunuhan Terhadap Wanita Hanya untuk Pernikahan Mayat

Kwikku, Praktik Pembunuhan Terhadap Wanita Hanya untuk Pernikahan Mayat
Sumber: boombastis.com

Setelah kuburan dijaga dengan lebih ketat, para pencari uang dari mayat wanita ini pun tidak kehilangan akal. Mereka tega melakukan pembunuhan terhadap wanita supaya mayatnya bisa dijual kepada keluarga yang memiliki mayat lelaki. Biasanya, wanita-wanita yang mengalami gangguan jiwa ditargetkan untuk hal ini.

1
1 none
Komentar