Indahhikma Menulis artikel
@indahhikma

Mulai Festival Kopi Sewu Hingga Banyuwangi Ethno Carnival, Jadikan Banyuwangi Sebagai Destinasi Wajib

Mulai Festival Kopi Sewu Hingga Banyuwangi Ethno Carnival Jadikan Banyuwangi Sebagai Destinasi Wajib
Sebagai Kabupaten terinovasi, Banyuwangi terus memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya. Salah satunya melalui festival yang rutin diadakan setiap tahunnya.
Cocok buatmu

Kabupaten Banywangi dulunya merupakan sebuah kota di ujung timur yang hanya dijadikan sebagai lintasan ke Pulau Bali. Namun kini, wilayah yang dijuluki Sunrise of Java ini punya banyak obyek wisata hingga budaya yang perlu dieksplor. Tak lagi menjadi kota persinggahan, banyak wisatawan hingga investor datang kemari. Pembangunan struktur dan infrastruktur yang semakin maju menjadikannya pemenang dalam kategori kota terinovasi.

Dengan membangkitkan potensi wisata, kabupaten yang kini dipimpin oleh Bapak Abdullah Azwar Anas ini juga menjadikan budaya serta seni sebagai keciri khas-annya. Ragam festival mulai digelar setiap tahunnya. Bahkan, setiap bulannya, kota ini menggelar lima hingga tiga festival. Hal tersebut tentu semakin menarik minat wisatawan, pengusaha hingga investor untuk datang kemari.

Hampir semua festival yang dibuat di Banyuwangi memiliki keunikan masing-masing. Berikut kami rangkun ragam festival di Banyuwangi untuk wisata budayamu!

1. Festival Kopi Sewu

Kwikku, Festival Kopi Sewu
Sumber: https://banyuwangi.merdeka.com/info-banyuwangi/wisatawan-mancanegara-asik-ngopi-di-festival-kopi-sepuluh-ewu-1611069.html

Budaya Ngopi memang tengah menjamur di kehidupan masyarakat kini. Banyuwangi pun memasukkannya ke dalam daftar festival rutin setiap tahunnya. Festival Kopi Sewu dilaksanakan di Desa Kemiren. Pengunjung tidak hanya dapat merasakan nikmatnya cita rasa kopi asli, tetapi juga bisa melihat cara pembuatan, hingga cangkruk-an bersama. Dalam festival ini, total cangkir yang disediakan sebanyak 10.000 buah.

2. Festival Rowo Bayu

Kwikku, Festival Rowo Bayu
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/13/150600827/mengulang.perang.puputan.di.rowo.bayu.banyuwangi

Ide Festival Rowo Bayu datang dari sejarah Perang Puputan Bayu oleh warga Banyuwangi. Peistiwa ini terjadi pada masa penjajahan Belanda, tepatnya tahun 1771. Untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang bertempur pada 18 Desember 1771 silam ini, pemerintah Banyuwangi mengadakan ragam acara mulai dari kirab pusaka Blambangan, napak tilas pahlawan, dan masih banyak lainnya dalam festival ini.

3. Festival Gandrung Sewu

Kwikku, Festival Gandrung Sewu
Sumber: https://www.jawapos.com/read/2015/10/06/5976/gandrung-sewu-tak-sekadar-festival-tahunan

Banyuwangi dikenal sebagai Kota Gandrung. Hal itu berdasarkan pada tarian khas kota tersebut yang bernama Gandrung. Oleh warga Banyuwangi, tarian ini diterjemahkan sebagai bentuk kekaguman terhadap Dewi Sri atau Dewi Padi. Event ini sangat spesial karena termasuk dalam salah satu festival utama. Seribu penari dengan latar belakang pantai menjadikannya semakin memukau dan unik. Tak heran jika acara ini selalu menjadi headline.

4. Ijen Summer Jazz

Kwikku, Ijen Summer Jazz
Sumber: http://awantour.com/mountain-jazz-event-at-bromo/

Keindahan Kawah Ijen telah diakui oleh dunia. Pemerintah Banywuangi menggabungkan antara kesyahduan musik Jazz dengan keindahan Kawah Ijen menjadi sebuah acara musik terbesar yaitu Ijen Summer Jazz Festival. Event rutin ini dimeriahkan oleh musisi-musisi jazz populer tanah air, sehingga membuatnya lebih spektakuler.

5. Festival Bakul (Banyuwangi Kuliner)

Kwikku, Festival Bakul Banyuwangi Kuliner
Sumber: http://www.banyuwangibagus.com/2017/04/pecel-pitik-festival-banyuwangi-kuliner.html

Selain festival yang mengusung tema budaya, Banyuwangi juga membuat sebuah festival dengan tema kuliner khas. Kota di ujung Timur Pulau Jawa ini memiliki ragam kuliner unik. Terlebih menu makanan khas utamanya selalu menggabungkan dua makanan menjadi satu, seperti rujak soto, pecel rawon, dan masih banyak lagi lainnya. Pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas yang terkenal lainnya seperti nasi tempong, cawuk, pecel pitik hingga cemilan asli Tanah Blambangan ini.

6. Banyuwangi Night Carnival (Festival Kuwung)

Kwikku, Banyuwangi Night Carnival Festival Kuwung
Sumber: http://banyuwangi.club/specta-night-carnival-banyuwangi/

Festival Kuwung diadakan dalam rangka memperingati HUT Banyuwangi. Dikemas dengan beragam tradisi yang dipertunjukkan dengan pawai megah serta spektakuler. Event yang dilakukan setiap bulan Desember ini juga dilengkapi dengan teatrikal yang memperkaya sebuah pagelaran budaya.

7. Scout Lantern Carnival

Kwikku, Scout Lantern Carnival
Sumber: https://smpn1songgon.sch.id/2017/08/15/pramuka-smp-negeri-1-songgon-matahari-jadi-tamu-kehormatan-scout-lantern-carnival-dalam-rangka-hut-pramuka-ke-56-tahun-2017/

Event ini diadakan dalam rangka untuk memperingati HUT Paramuka. Diadakan setiap tahun, Scout Lantern Carnival dimeriahkan oleh 2500 penggalang Pramuka yang menampilkan kreasi-kreasi lampion. 

8. Festival ‘Kawitan’ Temenggungan

Kwikku, Festival Kawitan Temenggungan
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=MtkYde-XTWs

Banyuwangi punya sebuah kawasan yang memiliki beragam potensi di dalamnya, Temenggungan namanya. Terletak di pusat Kota Banyuwangi tepatnya di belakang pendopo bupati, daerah ini memiliki banyak wisata mulai dari sejarah, spritual, seni budaya, hingga kuliner. Oleh sebab itu, pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkenalkan kekayaan tersebut dengan membentuk sebuah festival bernama Festival Kawitan. Ragam pertunjukan dapat dinikmati di sini, mulai dari musik kontemporer, pentas sastra, performance art, kuliner, budaya, pameran batik, dan masih banyak lagi lainnya.

9. Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)

Kwikku, Banyuwangi Ethno Carnival BEC
Sumber: http://traveltodayindonesia.com/tema-magic-ijen-yang-menyerbu-banyuwangi-ethno-carnival-2017/

Ini dia festival yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas. BEC merupakan event karnaval yang populer di Banyuwnagi. Bagaimana tidak, para desainer kostum kebanggan Kota Gandrung akan menampilkan hasil karyanya melalui model-model terkenal hingga wisatawan mancanegara, seperti halnya Putri Indonesia, Miss Internasional, hingga Miss Universe. Rute karnaval ini melewati Taman Blambangan hingga ke Kantor Bupati Banyuwangi. Bahkan, event ini sudah berskala internasional, lho!

Ragam festival di Banyuwangi menjadikannya sebagai destinasi wisata wajib untuk dikunjungi. Melalui acara-acara tersebut, pemerintah Banyuwangi berharap dapat terus mengembangkan potensi budaya. (ind)

0
0 none
Komentar