Kakek Sugiono Menulis artikel
@kakek69sugiono

Joshi Kosei, Jual Diri Ala Gadis Jepang Buat Hidup Mewah

Joshi Kosei Jual Diri Ala Gadis Jepang Buat Hidup Mewah
Jepang merupakan negara maju. Namun, kemajuan yang diraih Jepang ternyata tidak serta merta menjauhkan Jepang dari sisi gelap semua negara yakni prostitusi. Tidak hanya dikenal tentang kisah Yakuza saja. Jepang juga memiliki kisah-kisah lain yang patut untuk dikaji. Salah satu tren kekinian yang cukup marak di kalangan gadis remaja Jepang adalah praktik jual diri yang disebut dengan Joshi Kosei

Bisnis gelap dan kimochi memang seolah sudah mendarah daging di budaya Jepang. Mulai dari Geisha, Industri JAV hingga beberapa festival yang jelas mengumbar sisi seksualitas. Bahkan sekarang hal-hal yang berbau seks dan porno tidak lagi menjadi hal yang tabu di negara Sakura itu. Mengenai praktik Joshi Kosei ini, sudah banyak para gadis belia yang terjerumus dan tidak bisa keluar dari dunia esek-esek itu. Bagaimana kisah lengkapnya? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Mulanya Hanya Kencan Biasa

Kwikku, Mulanya Hanya Kencan Biasa
Sumber: Ilustrasi industri esek-esek yang melibatkan gadis belia

Sejarah Joshi Kosei telah ada sejak tahun 1990-an. Mulaanya, aktivitas ini sama sekali tak menyinggung ranah prostitusi, melainkan hanya kencan biasa. Pada awal kemunculannya, pria paruh baya yang baru pulang kerja biasanya datang ke cafe-cafe untuk menyewa Joshi Kosei. Di sanalah para pelajar belia itu berkumpul untuk menemani para om-om.

Kencan ini hanya sebatas perbincangan ringan dan main-main biasa. Para pelajar ini dibayar dengan cukup mahal dalam sekali kencan. Lambat laun, konsep Joshi Kosei beralih. Para om-om penyewa jasa Joshi Kosei ingin mendapatkan pelayanan lebih dari para pelajar itu. Tergiur dengan bayaran yang tidak kecil, jasa kencan itu berubah menjadi sebuah bisnis esek-esek yang mendunia.

2. Semakin Lama Cepat Menyebar

Kwikku, Semakin Lama Cepat Menyebar
Sumber: Salah satu kawasan yang menyediakan jasa Gadis Belia

Sekarang ini, Joshi Kosei sudah berubah menjadi bisnis pemuas om-om hidung belang. Banyak pelajar yang akhirnya terjerumus dalam bisnis gelap ini. Lebih parah lagi, sekali masuk maka akan sulit bagi para gadis belia itu untuk keluar.

3. Jadi Bisnis Prostitusi

Kwikku, Jadi Bisnis Prostitusi
Sumber: Anak SMA sudah menjadi pemandangan umum

Dilatarbelakangi berbagai alasan. Mulai dari masalah finansial, terbawa pergaulan, tuntutan gaya hidup mewah hingga karena mendapatkan kepuasan tersendiri. Akhirnya para dedek gemes Jepang ini menjadi obyek pelampiasan nafsu para om-om. Padahal hukum di Jepang sangat melarang bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Biasanya para Joshi Kosei banyak ditemukan di wilayah distrik Akihabara.

4. Sulit untuk Diberantas

Kwikku, Sulit untuk Diberantas
Sumber: Penampakan menjajakan anak SMA

Karena jelas melanggar undang-undang Jepang, para polisi seringkali campur tangan memberantas bisnis prostitusi yang mengekploitasi anak di bawah umur ini. Namun, langkah itu tidak efektif. Malah Joshi Kosei masih banyak ditemukan di kota-kota besar.

Bahkan, menurut penuturan warga, salah satu penyedia Joshi Kosei ada yang bersebelahan dengan kantor polisi. Selain itu, perkembangan bisnis Joshi Kosei ini juga sangat pesat, bahkan banyak turis yang sengaja datang ke Jepang untuk menikmati wakttu bersama dedek-dedek gemes. Hal ini diakibatkan karena pengelola lihai promosi sekaligus mengelabui pihak yang tidak setuju dengan sering mengubah cara kerjanya.

5. Banyak Pelajar yang Menderita

Kwikku, Banyak Pelajar yang Menderita
Sumber: Niatnya nyari gambar cewek yang agak menderita, tapi yang ini cakep banget. Jadi sayang kalau gak dimasukkin kan. :D

Sebagaimana kasus prostitusi lain. Meskipun menghasilkan banyak uang, para pelajar yang terjerumus Joshi Kosei ini juga ada yang merasa menderita. Jika sampai ketahuan, banyak dari mereka yang di-bully oleh masyarakat.

Karena tekanan yang semacam itu, bukan hal yang aneh jika banyak remaja Jepang yang memilih bunuh diri karena tidak kuat menahan malu menjadi pelaku Joshi Kosei. Kini Joshi Kosei sendiri sudah mengakar dalam kebudayaan masyarakat Jepang. Lambat laun, Joshi Kosei sudah bukan hal yang aneh. 

0
0 none
Komentar