Ifa Alif Menulis artikel
@ifaalifk

Filsafat Cinta : Sebuah Isyarat Populer

Filsafat Cinta  Sebuah Isyarat Populer

Mari membahas filsafat cinta in melalui dua pendekatan dalam pemahaman cinta...

Pemahaman tentang hakikat cinta secara rasional dan empiris...


<[kwik-adsinhere]>

Kebanyakan cinta itu tidak rasional (cinta ini,, kadang-kadang tak ada logika..eeaaa) tapi bisa dipikirkan secara rasional. Apapun itu, semua terjadi tidak secara sesaat. Meski ada lagu cinta satu malam,, (ada yang comment = itu mah lagu bukan cinta). Generalnya cinta itu tidak hanya untuk pasangan. Misalnya saja cinta pada TUHAN (mahabbah), cinta ortu, ibu atau cinta pada anak cucu. Semua butuh proses kan? nah secara rasional/nalar proses itulah yang menumbuhkan cinta. Seorang anak tidak akan cinta pada ibunya jika si anak semasa kecil diterlantarkan, jika ditarik kesimpulan ada implikasi antara proses dan hasil.


Secara empiris, lebih dominan di alami kawula muda,, CPP lah,, Cinta Pada Pandangan Pertama,, atau WTJSK ( Witing Tresno Jalaran Soko Kulino),, Nah di sana ada campur tangan indera dan kebiasaan atau '' kulino'' (dalam hal ini bisa dikaitkan dengan pengalaman). Hingga ada sebuah teori yang mengatakan cinta itu buta,,, hehehe.. tapi cinta itu tidak buta,, hanya saja cinta tidak hanya dilihat dengan mata..


Bisa dianalogikan seperti ini..

Anggap saja cinta itu ladang seluas 1000 hektar..

Kemudian mata itu diibaratkan cangkul...

Kalau mau membajak ladang seluas itu hanya dengan cangkul,, bahasa kerennya "CAPE DECH".. nah jadi harus ada sarana bercinta yang lainnya. Bisa disebut sebagai SARANA BERCINTA ILMIAH.. nah apa sarananya... tanyakan pada rumput yang bergoyang... :D

Monggo berfilsafat... :)

0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar (1)