Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
"Ayam lari! Untungnya apa?"
"Untungnya ayamnya masih sehat, Yah!"
"Garam habis! Untungnya apa?"
"Untungnya... makanan jadi lebih sehat!"
"Gas habis! Untungnya apa?"
"Bisa bikin konten masak pakai kayu bakar!"
"Kalau rumah ikut kebakar?"
"...Untungnya bisa viral."
Begitulah keluarga Dwiit.
Di rumah ini, masalah sekecil apa pun bisa berubah menjadi bahan perdebatan, bahan tertawaan, bahkan bahan konten. Semua berawal dari satu pertanyaan yang selalu dilontarkan Pak Dwiko setiap kali sesuatu tidak berjalan sesuai rencana:
"Untungnya apa?"
Bagi Wina, pertanyaan itu kadang lebih menyebalkan daripada masalahnya sendiri. Bagi Lucky, setiap masalah bisa jadi peluang. Sementara Bestri selalu punya jawaban yang entah kenapa berhasil membuat semua orang kesal.
Dan di antara mereka ada Ibu, yang entah bagaimana selalu menjadi orang terakhir yang ikut tertawa setelah kekacauan selesai.
Mereka hanyalah keluarga biasa dengan cara yang sangat tidak biasa dalam menghadapi kehidupan.
Ada kegagalan, salah paham, rahasia kecil, pertengkaran, tawa, dan kejadian-kejadian absurd yang tidak pernah masuk dalam rencana siapa pun.
Tapi mungkin, memang seperti itulah keluarga.
Tidak harus selalu sepakat.
Tidak harus selalu mengerti.
Yang penting, selalu ada alasan untuk kembali duduk bersama.
Dan kalau suatu hari masalah datang lagi?
Tentu saja jawabannya sudah disiapkan Pak Dwiko.
"Untungnya apa?"
"Untungnya ayamnya masih sehat, Yah!"
"Garam habis! Untungnya apa?"
"Untungnya... makanan jadi lebih sehat!"
"Gas habis! Untungnya apa?"
"Bisa bikin konten masak pakai kayu bakar!"
"Kalau rumah ikut kebakar?"
"...Untungnya bisa viral."
Begitulah keluarga Dwiit.
Di rumah ini, masalah sekecil apa pun bisa berubah menjadi bahan perdebatan, bahan tertawaan, bahkan bahan konten. Semua berawal dari satu pertanyaan yang selalu dilontarkan Pak Dwiko setiap kali sesuatu tidak berjalan sesuai rencana:
"Untungnya apa?"
Bagi Wina, pertanyaan itu kadang lebih menyebalkan daripada masalahnya sendiri. Bagi Lucky, setiap masalah bisa jadi peluang. Sementara Bestri selalu punya jawaban yang entah kenapa berhasil membuat semua orang kesal.
Dan di antara mereka ada Ibu, yang entah bagaimana selalu menjadi orang terakhir yang ikut tertawa setelah kekacauan selesai.
Mereka hanyalah keluarga biasa dengan cara yang sangat tidak biasa dalam menghadapi kehidupan.
Ada kegagalan, salah paham, rahasia kecil, pertengkaran, tawa, dan kejadian-kejadian absurd yang tidak pernah masuk dalam rencana siapa pun.
Tapi mungkin, memang seperti itulah keluarga.
Tidak harus selalu sepakat.
Tidak harus selalu mengerti.
Yang penting, selalu ada alasan untuk kembali duduk bersama.
Dan kalau suatu hari masalah datang lagi?
Tentu saja jawabannya sudah disiapkan Pak Dwiko.
"Untungnya apa?"
Tokoh Utama
Wina
#1
Untungnya Ayam Masih Bisa Lari
#2
Jangan Panik, Cari Untungnya
#3
Menang Gaya, Kalah Cerita
#4
Untungnya Masih Bisa Pulang Bawa Martabak
#5
Kalah Beruntun
#6
Semua Orang Pernah Tak Beruntung
#7
Kejujuran Itu Mendamaikan
#8
Mimpi Paling Menyakitkan
#9
Untungnya Masih Ada Harapan?
#10
Yang Paling Dirugikan
#11
Paling Untung vs Paling Benar
#12
Warisan Penuh Untung
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
678
Tentang Penulis
Enggia Valox
-
Bergabung sejak 2026-08-10
Telah diikuti oleh 13 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 27,867 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Journey Of Life
sulis fatlani
Novel
Untungnya Apa?
Enggia Valox
Skrip Film
Short Film Script Volume I
Yorandy Milan Soraga
Novel
Cinta Dua Hati "Novel"
Herman Sim
Novel
HANYA SEBATAS RINDU
Rezky Nayla
Novel
Eyes
Cumiplutoo
Novel
Mendung di Karang Jati
OmBoth
Novel
Bising
Bentang Pustaka
Novel
Mencari Pesan
Setia S Putra
Novel
Gagal Cinta Kronis
Nara Lahmusi
Novel
Girl Power
Chey
Novel
Ketika Cinta Berbicara
Mahar
Novel
Cahaya yang Tertunda
Ririn Nuraeni
Novel
Gadis Tanpa Ayah
Uci Lurum
Novel
Mbok Nar : Cidro, Klenik dan Akhir Cintanya
Akyan Kala
Rekomendasi