Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Lantai semen gudang tua itu terasa sedingin es, namun tidak sedingin rasa hampa di dada Embun. Surat penyitaan rumah dan toko kuenya baru saja berstempel merah di atas meja. Di sudut lain, ponselnya bergetar, menampilkan pesan teks dari mantan tunangannya yang memilih pergi bersama modal usaha yang tersisa.
Embun menatap telapak tangannya yang kasar karena jam kerja yang tidak manusiawi. Kenapa harus aku? Apa belum cukup semua ini? tanyanya pada sunyi. Air matanya jatuh, persis seperti tetesan embun yang rapuh.
Namun, malam itu menjadi titik balik. Embun tidak membiarkan dirinya menangis hingga pagi. Ia bangkit, membasuh wajahnya dengan air dingin, dan mengambil sisa tepung serta oven kecil yang tidak ikut disita.
"Jika mereka pikir ini adalah akhir dariku," bisik Embun pada kegelapan malam, "mereka salah. Aku adalah embun. Aku mungkin jatuh malam ini, tapi aku akan selalu kembali setiap fajar menyingsing."
Embun menatap telapak tangannya yang kasar karena jam kerja yang tidak manusiawi. Kenapa harus aku? Apa belum cukup semua ini? tanyanya pada sunyi. Air matanya jatuh, persis seperti tetesan embun yang rapuh.
Namun, malam itu menjadi titik balik. Embun tidak membiarkan dirinya menangis hingga pagi. Ia bangkit, membasuh wajahnya dengan air dingin, dan mengambil sisa tepung serta oven kecil yang tidak ikut disita.
"Jika mereka pikir ini adalah akhir dariku," bisik Embun pada kegelapan malam, "mereka salah. Aku adalah embun. Aku mungkin jatuh malam ini, tapi aku akan selalu kembali setiap fajar menyingsing."
Tokoh Utama
Embun
#1
Toko Kue Tak Lagi Berjualan
#2
Janji Tidak Selesai
#3
Aroma Lama
#4
Tanah Yang Baru
#5
Kaldu Beraroma Tersembunyi
#6
Sentuhan Pasar Baru
#7
Harum Rindu Pulang
#8
Bayangan Masa Lalu
#9
Asap Dapur Yang Membara
#10
Wangi Ekspansi
#11
Hentakan Badai Dibalik Etalase
#12
Akar Yang Menembus Aspal
#13
Bara Di Dalam Abu
#14
Barikade Hijau dan Sumpah Adat
#15
Racun Dalam Bayang
#16
Skakmat Di Spsertiga Malam
#17
Ujung Pena Dan Kebahagiaan
#18
Menara Jakarta
#19
Jerat Tertutup Gemerlap
#20
Skakmat
#21
Tamu Masa Lalu
#22
Mengetuk Pintu Istana
#23
Lentera Di Gerbang Terminal
#24
Babak Baru
#25
Menenun Arah Global
#26
Arena Para Raksasa
#27
Jangkar Baru
#28
Babak Baru Dibalik Bara
#29
Bara Menggigit Back
#30
Bara Baru Di Atas Beton Modern
#31
Membakar Altar Efisien
#32
Memeluk Badai Ekonomi
#33
Uji Lidah Di Atas Meja Kaca
#34
Mengasap Medan
#35
Sengat Di Jantung Kekuasaan
#36
Akar Mencengkram Bumi
#37
Babak Baru
#38
Tantangan Selanjutnya
#39
Jebakan
#40
Akar Yang Menembus Batu
#41
Benih Yang Berpencar
#42
Lidah Yang Menggugat
#43
Menjaga Bara Di Tanah Leluhur
#44
Retakan Di Menara Kaca
#45
Kemenangan Selanjutnya
#46
Pertemuan Menegangkan
#47
Kembali Ke Rempah Bakar
#48
Riak Di Air Yang Tenang
#49
Angin Dingin Dari Lantai Atas
#50
Tanah Yang Retak, Bara Yang Menyala
#51
Membuka Gerbang Kastil
#52
Benih Baru Di Tanah Yang Merdeka
#53
Secangkir Wedang Jahe
#54
Aroma Yang Menembus Barikade
#55
Menabur Benih
#56
Mencengkram Bumi
#57
Siasat Dibalik Layar
#58
Jaringan Merbabu
#59
Gelombang Dari Selatan
#60
Logika Pasar Dan Hati Tanah
#61
Tanah Dan Warisan
#62
Diplomasi Benih Dan Debu
#63
Aromaterapi di Sudut Ngagrong
#64
Akar Yang Menjalar
#65
Diplomasi Meja Kayu
#66
Akar Mencengkram Dalam
#67
Simfoni Yang Membumi
#68
Gema Disela Bulir
#69
Meja Perundingan Di Bawah Bambu
#70
Gema Di Lereng Kalbu
#71
Dendang Lumpur dan Janji yang Mengakar
#72
Akar yang Menghunjam, Cabang yang Menjulang
#73
Menjemput Fajar Baru
#74
Tantangan Baru
#75
Menantng Arus
#76
Panen Raya Dan Pembuktian
#77
Akar Yang Meluas
#78
Uji Kadar Tanah
#79
Akar yang Merayap dalam Sunyi
#80
Hijau di Antara Daun Emas
#81
Panen Pertama dan Ujian Musim Kering
#82
Festival Daun Emas dan Sebuah Kepastian
#83
Kilau Pagi
#84
Bayang-bayang di Batas Utara
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
28
Dibaca
2.7k
Tentang Penulis
Elawati
-
Bergabung sejak 2026-05-19
Telah diikuti oleh 33 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 79,773 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Selumbari
Alfian N. Budiarto
Novel
Tetes Embun
Elawati
Flash
SHIKI -Anak Anjing yang Baik- part 1
Kosong/Satu
Novel
Incredible
Lia indah farchah
Novel
Derita Istri Muda
Novia dewi
Novel
Tidak Ada Kata Berhenti Untuk Seorang Bajingan
ferry fansuri
Novel
Rumahku?
SIONE
Skrip Film
Friend or Lover
Aquariusang
Flash
Ibu, Aku Ingin Ada Nama Ayah di Binti Akta Kelahiranku!
Silvarani
Cerpen
Langkah Terakhir
Shinta Larasati Hardjono
Novel
ANAK PINGGIR REL
Marlia Setiarini
Cerpen
Pelacur yang Menangis Ketika Mendengar Azan di Mekkah
Habel Rajavani
Novel
NARANDINI
Dzalabu
Novel
PELITA
Senya
Skrip Film
Yang Tak Terucap
Anggie Amelia
Rekomendasi