Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Jika semua perjalanan di dunia sudah tertulis, lalu untuk apa Yang Mahakuasa menyematkan sejuta keinginan dalam diri manusia? Bukankah Ia juga yang menjadikan semua rasa itu ada? Lalu, mengapa segalanya terasa saling bertentangan? Ada yang bilang manusia adalah makhluk yang paling spesial karena Tuhan memberikan akal dan pikiran. Lantas, mengapa hak untuk memilih jalan hidup seolah tidak diberikan?"
Begitulah kira-kira pusaran pikiran seorang Widya Revana. Saat ini, gadis itu tengah duduk di perpustakaan sekolah, bertemankan sebuah buku berjudul Filsafat Manusia. Meski ruangan itu dipenuhi banyak orang, keheningan tetap terjaga. Bukan semata-mata karena aturan larangan berisik bagi pengunjung, melainkan karena Vana kini tengah tenggelam dalam riuhnya pikirannya sendiri.
Setelah cukup lama menutup diri, kini ia kembali pada hobi lamanya, yakni membaca. Dari sekian banyak buku yang pernah ia lahap, entah mengapa hanya kata "takdir" yang begitu melekat di kepalanya. Ia bahkan heran, bagaimana bisa sebuah buku berat tentang filsafat dan manusia serta takdir bersarang di rak perpustakaan SMK? Lagipula, apa yang bisa dipahami oleh seorang siswi remaja tentang dua hal yang seolah saling bertentangan itu?
Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk sekadar belajar dan mencari pengalaman baru, Vana justru disibukkan oleh isi kepalanya. Ia terus mempertanyakan takdir apa yang sebenarnya telah tertulis untuknya. Mengapa di usianya yang baru saja memulai kehidupan, segalanya sudah terasa begitu berat? Apakah setelah fase ini, akan ada hal-hal besar yang jauh lebih mengejutkan?
Jika ada yang berkata bahwa "hidup tidak melulu tentang cinta", percayalah, mereka adalah orang-orang yang munafik. Mungkin dampaknya tidak terasa sekarang, tetapi kelak hal itu pasti akan terjadi.
Sebagai seseorang yang didorong oleh rasa penasaran tinggi, Vana tidak hanya melontarkan tanyanya kepada semesta dan Tuhannya, tetapi juga kepada pantulan dirinya sendiri: "Siapa sebenarnya seorang Widya Revana? Untuk apa ia hidup? Dan kelak, dengan siapa ia akan menghabiskan sisa umurnya?"
Ini adalah sebuah kisah tentang perjalanan Widya Revana. manusia yang bercita-cita ingin menjadi seorang penulis sejak kecil. Sebagai seorang manusia dengan rasa ingin tahu yang tak berujung, serta tentang usahanya mengubah takdir yang baginya tidak perlu untuk dijalani.
Begitulah kira-kira pusaran pikiran seorang Widya Revana. Saat ini, gadis itu tengah duduk di perpustakaan sekolah, bertemankan sebuah buku berjudul Filsafat Manusia. Meski ruangan itu dipenuhi banyak orang, keheningan tetap terjaga. Bukan semata-mata karena aturan larangan berisik bagi pengunjung, melainkan karena Vana kini tengah tenggelam dalam riuhnya pikirannya sendiri.
Setelah cukup lama menutup diri, kini ia kembali pada hobi lamanya, yakni membaca. Dari sekian banyak buku yang pernah ia lahap, entah mengapa hanya kata "takdir" yang begitu melekat di kepalanya. Ia bahkan heran, bagaimana bisa sebuah buku berat tentang filsafat dan manusia serta takdir bersarang di rak perpustakaan SMK? Lagipula, apa yang bisa dipahami oleh seorang siswi remaja tentang dua hal yang seolah saling bertentangan itu?
Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk sekadar belajar dan mencari pengalaman baru, Vana justru disibukkan oleh isi kepalanya. Ia terus mempertanyakan takdir apa yang sebenarnya telah tertulis untuknya. Mengapa di usianya yang baru saja memulai kehidupan, segalanya sudah terasa begitu berat? Apakah setelah fase ini, akan ada hal-hal besar yang jauh lebih mengejutkan?
Jika ada yang berkata bahwa "hidup tidak melulu tentang cinta", percayalah, mereka adalah orang-orang yang munafik. Mungkin dampaknya tidak terasa sekarang, tetapi kelak hal itu pasti akan terjadi.
Sebagai seseorang yang didorong oleh rasa penasaran tinggi, Vana tidak hanya melontarkan tanyanya kepada semesta dan Tuhannya, tetapi juga kepada pantulan dirinya sendiri: "Siapa sebenarnya seorang Widya Revana? Untuk apa ia hidup? Dan kelak, dengan siapa ia akan menghabiskan sisa umurnya?"
Ini adalah sebuah kisah tentang perjalanan Widya Revana. manusia yang bercita-cita ingin menjadi seorang penulis sejak kecil. Sebagai seorang manusia dengan rasa ingin tahu yang tak berujung, serta tentang usahanya mengubah takdir yang baginya tidak perlu untuk dijalani.
Tokoh Utama
Widya Revana
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
13
Dibaca
26
Tentang Penulis
KAMISRIATI LEVI GAYATRI
-
Bergabung sejak 2026-10-03
Telah diikuti oleh 4 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 9,590 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi