Telah Selesai
119 Disukai
5.7k Dibaca

OPACAROPHILE

Penulis : Maz Li
Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Arkais adalah orang yang suka keterasingan.

Baginya, jatuh cinta hanyalah milik mereka yang telah kehilangan kepercayaan diri sehingga mereka membutuhkan dukungan dari orang lain. Jatuh cinta hanyalah milik mereka yang merasa bahwa diri mereka tidak utuh sehingga mereka merasa bahwa harus ada seseorang yang mengisi kekosongan dalam diri mereka. Jatuh cinta bukanlah hal yang patut untuk dibanggakan karena itu menunjukkan kelemahan seseorang dalam menghadapi pesona orang lain.

Namun banyak orang yang membantah prinsip Arkais itu. Ia berkaca, memandang dirinya sendiri. Mencoba mencari sesuatu yang aneh dalam dirinya. Ia sempat berpikir, apakah hanya ia yang tidak pernah merasa jatuh cinta. Apakah ini adalah fenomena kepribadian yang tidak normal. Tetapi jika diingat-ingat, ia pernah merasakan jantungnya berdegup ketika berada di dekat seseorang. Ia kembali berpikir, apakah itu cinta?

Ia menganalisis kejadian itu. Jika mengingat latar waktu pada saat kejadian yaitu pada saat sore hari maka degupan jantung itu bisa saja berarti ia sedang lapar. Jika mengingat latar tempat pada saat kejadian yaitu di lantai tiga perpustakaan maka itu berarti ia sedang kelelahan. Ya, sudah diputuskan bahwa bukan seseorang yang berada di dekatnya yang membuat jantungnya deg-degan. Penyebabnya adalah kelaparan dan kelelahan.

Lalu bagaimana dengan pikiran yang selalu menyeretnya menuju wajah gadis itu. Ia kembali mencoba menganalisis, apakah ini jatuh cinta? Tidak, ia mencoba menolak kesimpulan itu. Jika ditilik dari kepribadiannya yang tertutup dan penyendiri maka itu hanyalah imbas dari rasa penasarannya terhadap orang lain.

Ternyata, pertemuan itu mengubah hidup Arkais. Gadis pecinta senja itu membuka pintu gerbang cakrawala baru bagi Arkais. Ia mampu membawa Arkais keluar dari kenyamanannya bersama kesunyian. Namun, dibalik senyum bahagia dan cerianya. Gadis itu menyimpan luka menganga di kepala dan dadanya. Luka yang serupa bom waktu, luka yang siap meledak menjadi kepedihan tiada terhingga.

Meski terus mencoba berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Pada akhirnya, mereka tetap saling mengungkapkan perasaan mereka. Seperti seekor burung kecil yang baru terbang ke langit. Mereka mengudara dengan bebas, bahkan tertantang untuk menyebrangi selat dan samudera jauh. Namun badai mematahkan sayap-sayap mereka. Sebelum jatuh, gadis itu pernah berdoa agar diberi kesempatan mendatangi pantai nusantara daari timur hingga ke barat Indonesia.

Kematian gadis itu membbunuh rasa yang baru saja hidup di dunia Arkais. Meski telah mewujudkan mimpi-mimpi gadis itu, Arkais tetap merasa kosong. Hingga di suatu sore, Arkais memutuskan untuk menyebrangi selat dan samudera menuju tempat dimana matahari pulang. Ia ingin menemui Sang Senja.
Tokoh Utama
Arkais Rekata
Langit Adagio
Aura Pelangi
Serindang Bulan