Telah Selesai
86 Disukai
3.2k Dibaca

Jejak Samalas

Penulis : Samsul Kamar
Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Burhan dan sahabat-sahabatnya terlahir di sebuah dusun terpencil di bawah kaki gunung Rinjani, Lombok. Di sana lah bocah-bocah itu menjalani kehidupan masa kecil mereka, hidup menjadi manusia sasak yang semestinya, menjalani tradisi dan budayanya, memulai pendidikan mereka di SD boborok satu-satunya di dusun itu, berpetualang, berburu maling sapi, bertarung presean, midang, mereriq, nyongkolan, belajar musik kelentang, mendaki gunung Rinjani, menyelusuri jejak Samalas hingga mengunjungi Gili yang katanya tanpa polusi itu. Namun pada akhirnya kenyataan membuat mereka harus terpisah, Burhan sendiri melangkahkan kakinya dari tanah kelahirannya melintasi Bali kemudian singgah di tanah Jawa untuk melanjutkan pendidikannya. Di sana ia berkuliah di jurusan Bahasa Jerman, dan hal itu lantas membuatnya ingin mengunjungi dan hidup di jantung Eropa itu. Namun seketika keinginannya berubah, ia malah menjadi seorang pencinta teater yang fanatik dan hal itu membuatnya tidak lulus salah satu matakuliah, tapi hal itu bukanlah musibah baginya, malah menurut Burhan itu adalah berkah karena membuatnya dapat bertemu dengan Alya. Wanita yang membuatnya jatuh cinta itu, tidak lama Burhan pun berhasil membuat Alya luluh. Hari-harinya pun ia rasakan menjadi berwarna bersama Alya, tapi perasaan itu hancur seketika ketika Alya memutuskan untuk meninggalkan Burhan, hubungan itu tidak direstui orang tua Alya, cinta mereka terhalang agama dan budaya.
Kepergian Alya, membuat tubuh Burhan mengurus, otak dan hatinya tidak bisa bekerja dengan baik. Ia telah mati suri, mirip seperti seorang penjahat yang sudah divonis hakim dengan hukuman mati, tinggal menunggu waktu untuk hidupnya berakhir. Memang benar Alya adalah kehidupan sekaligus kematian baginya.

Malang nasib Burhan. . .

Burhan pun terkubur dalam kemelankolinan, kuliahnya tak terurus, membuatnya lulus di semester tua dan dengan nilai yang pas-pasan, membuatnya harus melupakan mimpinya untuk dapat pergi ke jantung Eropa itu. Burhan pun kembali ke tanah kelahirannya menjadi petani dan peternak, pekerjaan yang tidak pernah ia aminkan itu. Hidup dalam harapan-harapan yang tak pernah sampai itu,

Ia pun mencoba mendaftar beasisawa ke Jerman dan ternyata tanpa disangka-sangkanya, ia berhasil meraihnya, betapa bahagianya Burhan saat itu. Ia pun bersegera melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkannya dan kemudian berangkat ke Jerman, negara impiannya itu.

Dan setelah dua tahun berkuliah, ia pun langsung bekerja di sana, menjadi seorang staff konsultan di Botschaft der Republik Indonesien (kantor kedutaan Indonesia di Berlin, Jerman). Namun cukup lama di tempat itu, ternyata lambat-laun kehidupannya kembali kacau, ia merasakan kesepian yang teramat mendalam, tanpa teman, keluarga dan kekasih lalunya itu. Memang sepertinya Burhan telah berhasil meraih mimpinya tapi tidak dengan jiwanya, ia hampa tanpa cinta dan kesenangannya yang sesungguhnya itu....
Hingga 5 tahun pun berlalu, di kota Berlin, tepatnya di gedung teater itu, setelah mementaskan drama teater, Burhan terkaget bukan main, hal yang tidak disangka-sangkanya terjadi, matanya pun berkaca-kaca mengira itu hanyalah mimpi, ternyata di tempat itu ia bertemu dengan Alya, masa lalunya itu. cintanya itu. ia teramat bahagia Tuhan lagi-lagi telah mengabulkan mimpinya untuk dapat bertemu dengan Alya. Namun sayang, ternyata Alya datang menemuinya bersama suami dan anaknya, Burhan pun kembali bersedih.
Tokoh Utama
Burhan
Tores
Munir
Ahmad
Badur
Kariadi
Zohratul
Alya
Petualangan
Rekomendasi