Sedang Berlangsung
0 Disukai
543 Dibaca

Jejak yang Hilang

Penulis : sakuhana
Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Aku melakukan pencarian dengan mesin pencari mengenai sejarah kereta api di Sumatera. Ternyata banyak berita yang menulis tentang jalur kereta api ini. Dimulai pada pertengahan 1920-an. Belanda yang merencanakan, Jepang yang merealisasikan. Jepang memerlukan jalur tersebut karena sekutu menguasai Samudera Hindia.

Seorang saksi mata digambarkan bahwa pekerja paksa tersebut sangat mengenaskan. Mereka bahkan hanya tinggal kulit yang melekat di tulang. Ada beberapa di antara mereka yang karena saking laparnya mengambil ubi kayu milik masyarakat dan memakannya mentah-mentah. Aku merasa suasana mencekam ketika membacanya.

Namun sayang, hasil kerja lebih dari seratus ribu romusha yang membangun jalur kereta api Riau-Sumbar itu bagai hilang tersapu zaman. Seratus ribu jiwa yang melayang karena kelaparan dan siksaan tentara Jepang.

"Saatnya tugasku sebagai jurnalis terus menulis agar sejarah ini tidak pernah hilang. Karena semangat menjaga kemerdekaan hanya akan abadi dari membaca sejarah, meski bukti-bukti sudah lenyap ditelan zaman." -Faiz
Tokoh Utama
Faiz
Rekomendasi