Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Di tengah derasnya hujan dan kencangnya angin malam, Bree masih senantiasa melakukan kegiatan membacanya sebelum tidur. Namun, tiba-tiba suara tembakan beruntun mengusiknya dari arah taman belakang. Dia sudah tau siapa pelakunya, akan tetapi dia tetap berjalan kearah balkon kamar.
Tatapan Bree membeku melihat Valdoft yang tengah merobek habis perut pria yang dia sewa dari club semalam, Bree tidak habis pikir bahwa Valdoft mampu memperlihatkan kekejamannya itu. Dengan santai, Bree kembali masuk dan memutuskan untuk menyambut Valdoft di ruang tengah.
"Bagaimana Dubai? Apakah menyenangkan?" Sindir Bree seraya memberikan sapu tangan kepada Valdoft di hadapannya.
"Sangat. Tapi lebih menyenangkannya lagi ketika mendapati tikus kecil masuk ke area pribadiku" ucap Valdoft menyinggung Bree seraya membersihkan tangannya dengan sapu tangan.
"Kamu bahkan bisa mengusirnya tanpa harus membunuhnya seperti itu" jawab Bree dengan raut emosi dan nada tinggi.
"Ini rumahku. Aku berhak melakukan apapun. Jadi, kalau kamu tidak suka dengan aturan ku. Kamu bisa pergi dari sini!" tutur Valdoft seraya mencengkeram erat kedua pipi Bree dengan satu tangannya.
"Mommy" panggil seorang anak kecil yang memiliki mata biru dan berambut coklat persis seperti Valdoft versi wanita dari arah tangga.
Mendengar panggilan tersebut, Valdoft lantas melepaskan cengkeraman tangannya pada pipi Bree kemudian berjalan menghampiri Cathlyn anak mereka. Sekali lagi kalau bukan karena kehadiran Cathlyn, mungkin Bree sudah pergi dari hidup Valdoft sejak lama.
Silahkan baca kelanjutannya. . .
Tatapan Bree membeku melihat Valdoft yang tengah merobek habis perut pria yang dia sewa dari club semalam, Bree tidak habis pikir bahwa Valdoft mampu memperlihatkan kekejamannya itu. Dengan santai, Bree kembali masuk dan memutuskan untuk menyambut Valdoft di ruang tengah.
"Bagaimana Dubai? Apakah menyenangkan?" Sindir Bree seraya memberikan sapu tangan kepada Valdoft di hadapannya.
"Sangat. Tapi lebih menyenangkannya lagi ketika mendapati tikus kecil masuk ke area pribadiku" ucap Valdoft menyinggung Bree seraya membersihkan tangannya dengan sapu tangan.
"Kamu bahkan bisa mengusirnya tanpa harus membunuhnya seperti itu" jawab Bree dengan raut emosi dan nada tinggi.
"Ini rumahku. Aku berhak melakukan apapun. Jadi, kalau kamu tidak suka dengan aturan ku. Kamu bisa pergi dari sini!" tutur Valdoft seraya mencengkeram erat kedua pipi Bree dengan satu tangannya.
"Mommy" panggil seorang anak kecil yang memiliki mata biru dan berambut coklat persis seperti Valdoft versi wanita dari arah tangga.
Mendengar panggilan tersebut, Valdoft lantas melepaskan cengkeraman tangannya pada pipi Bree kemudian berjalan menghampiri Cathlyn anak mereka. Sekali lagi kalau bukan karena kehadiran Cathlyn, mungkin Bree sudah pergi dari hidup Valdoft sejak lama.
Silahkan baca kelanjutannya. . .
Tokoh Utama
Valdoft
Breeslyn
William
Jayden
Ameera
Noerra
Gerard Guin
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
6
Tentang Penulis
Annisa Fitrianti
-
Bergabung sejak 2025-08-21
Telah diikuti oleh 27 pengguna
Sudah memublikasikan 6 karya
Menulis lebih dari 150,579 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
EMPEROR
Annisa Fitrianti
Cerpen
Kesadaran
M. Sadli Umasangaji
Novel
Tanjung Hana
Rico Sumitomo
Novel
Ma, Pa. Hari ini aku ulang tahun
Langgeng Ikhtiar Pribadi
Novel
Hujung Tanah
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
WAR GAME
Hermawan
Cerpen
Legenda Desa Sawoo
Dian Armay
Novel
ANTI PARASIT
Ahmad Barnash
Novel
Tiga Sandera Terakhir
Noura Publishing
Novel
Sebatang Seribu Akar
Friasti
Novel
Merajut Kasih ; Ratih
Rizmitha K
Cerpen
Lentera Terakhir di Benteng Ujung Galuh
Penulis N
Flash
Di Balik Surat untuk Kartini
Penulis N
Novel
Jejak Sang Petarung : Cinta, Janji dan Kehidupan
yooajh
Cerpen
Sabda Tuan Tanah
Temu Sunyi
Rekomendasi