SEBUAH MOTIVASI : KARENA KITA SAMA

Tidak ada anak di dunia ini yang ingin terlahir menjadi ABH (Anak Broken Home). Menjadi ABH layaknya mendapatkan mimpi buruk, keluarga yang hancur tidak ada kebahagiaan di dalamnya.

Ada banyak anak ABH yang tertekan dan hal itu berpegaruh pada psikologisnya selain itu banyak orang yang menganggap bahwa ABH adalah anak yang patut dijauhi karena mereka dianggap membawa pengaruh buruk.

Ketahuilah, tidak seharusnya semua ABH dijauhi, kenapa? Karena mereka sama seperti kita, mereka adalah anak-anak yang menjadi korban dalam konflik keluarganya. Tidak semua anak ABH bersikap ugal-ugalan untuk mencari perhatian.

Buka mata dan lihatlah masih banyak ABH yang berpikir positif dan bersikap kreatif serta menuangkan kisah pahit hidupnya menjadi karya-karya seperti puisi, cerpen atau lainnya.

Tuhan tidak pernah membedakan umatnya, entah itu orang baik atau orang jahat tapi kenapa sebagian manusia membedakan manusia lainnya dan menilai seseorang dari harta dan tahta, menjauhi yang miskin, bodoh dan hina, serta mendekati mereka yang kaya, pintar dan mulia?

Begitu juga saat menilai ABH, sebagian tidak bisa menerimanya karena latar belakang keluarganya. Sekali lagi, tidak ada anak di dunia ini yang ingin terlahir menjadi ABH.

Memangnya sesempurna dan semulia apa mereka yang mengatakan bahwa ABH patut dijauhi?

Saat kita terlahir ke dunia, Tuhan menitipkan kita semua dengan keadaan polos tanpa noda bagai kertas tanpa tinta. Berkembang tergantung siapa, di mana dan bagaimana orang tua kita mendidik? Seperti itu juga anak-anak broken home, tidak ada yang berbeda semua sama-sama terlahir dengan keadaan polos tanpa noda, kita sama, tapi cara dan jalan hidup kita mungkin berbeda itu semua karena keluarga terutama orang tua.

Dunia memang tak seindah surga, tapi bukalah matamu selebar dunia agar kau dapat melihat surga yang sesungguhnya.

Teruntuk Anak-anak Broken Home, hiduplah seperti anak-anak pada umumnya, hindarilah hidup dan pergaulan yang bersifat menjerumuskan, sekali kau terjun dan tenggelam maka seribu kali lebih sulit untukmu dapat muncul ke permukaan kembali.

Akhir kata, sebuah puisi aku persembahkan untuk kita semua dengan judul BAHAGIA YANG TERNODAI.

Dulu aku tertawa bahagia tak kenal duka

Hingga dunia mulai jengah dan menyapa

Segores luka tak sengaja menodai rasa

Kini aku menangis rindukan ayah bunda

Aku kembali mengolok-olok dunia

Bermain dan berpesta hura-hura

Aku puas dengan bahagia yang fana

Sampai aku lupa ini bukan surga

Sekarang kulihat bunda menangis

Menyesali akan bahagia yang tak suci

Terlihat juga ayah mulai meringis

Menyesali akan bahagia yang ternodai

2 disukai 2 komentar 2.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@donnysixx : Thanks udah mampir, tetap semangat ya :)
Mantap, Great🖤🖤🖤 Gwa tahu bagaimana perasaan (ABH) Krna Gwa jga ABH. Gwa gak bisa ungkapin, cma mau bilang Mantap Kak👍👍😊 (Home)
Saran Flash Fiction