Perjalanan Sukses Gadis Rantau

Namaku Melia Andriana Pratama, anak kuliahan semester 5 di sebuah Universitas yang ada di Bandung. Sebentar lagi, aku akan menyusun skripsi. Pasti bakalan banyak banget pengeluaran, aku harus bisa cari uang sendiri.

Dengan motor matic pemberian ayah, aku mencoba daftar ojek online dan menjadi ojek panggilan sekitaran kampus. Setelah menjalaninya, Alhamdullillah, selalu diberi kelancaran. Walau, hasil dari ngojek baru bisa membayar kosan dan makan sehari-hari. Tapi, aku tak boleh menyerah begitu saja hanya karena penghasilanku gak banyak.

Selain ngojek, aku pun membantu Kaka tingkat berjualan lumpia goreng. Usahanya lumayan laku, apalagi di bulan puasa ini. Pasti banyak yang mencari menu takjil yang asin-asin. Kalau dihitung-hitung yak lumayan lah, seharinya bisa menjual 75 lumpia goreng dengan harga satuannya 6 ribu saja. Walau, agak sedikit mahal harganya, tapi soal rasa mah juara.

Lumpia goreng buatan Kaka kelasku ini terkenal dengan sambalnya yang berbeda. Sambalnya itu campuran dari saus sambal botol, bubuk cabai rawit, kaldu jamur dan cabai rawit iris. Rasanya tuh suegerr pedas asin gimana gitu, makanya yang beli menjadi ketagihan.

Lama kemudian, aku coba bikin usaha lumpia goreng sendiri ditambah dengan lumpia basahnya. Dari dulu, aku ingin memiliki nama usahaku sendiri. Namanya adalah Lumpia Mafia Konco Melia dengan varian tingkat kepedasan.

Meski baru satu hari jualan masih sedikit pelanggan, tak apa masih ada hari esok yang harus dilalui. Mungkin, mereka belum pada tahu ada yang berjualan lumpia di daerahnya. Sisa jualanku hari ini, aku bagikan ke tetangga.

Keesokan harinya, aku coba menawarkan ke pelanggan ojek panggilanku. Alhamdullillah, ada yang pesan 20 lumpia goreng untuk takjil nanti. Hari ini, aku hanya berjualan 50 biji saja dan lumpia basah hanya untuk 15 porsi saja. Ternyata, yang beli hari ini lebih dari itu. Alhamdullillah, penjualanku hari ini laris manis dan keesokan harinya aku menjadi lebih semangat lagi berjualan lumpia goreng. Yang tentunya, aku juga menyediakan lumpia yang frozen nya loh.

Hari berikutnya, aku coba menawarkan lumpia goreng ke instagram dan mendaftarkannya di Food Online. Alhamdullillah, semakin hari penjualanku semakin meningkat. Mereka menyukainya, karena tingkat kepedasan sambal lumpia yang menantang dan rasa lumpia yang enak.

Kini, aku bisa membiayai kuliahku sendiri dan keperluanku yang lainnya. Aku bersyukur, tanpa adanya pertolongan dari Allah serta dukungan yang ada di sekelilingku. Mungkin, aku gak akan sampai pada tahap ini.

1 disukai 880 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction