Kisah Ibu Penjual Gorengan yang Terlupakan

"Bu, di mana Ibu yang biasa jual gorengan di sini?" tanyaku.

"Oh, itu ...." Ibu itu tampak ragu-ragu menjawab. Aku menunggu dengan sabar. "Kamu nggak tahu? Ibunya sudah meninggal dua minggu yang lalu."

"Dua minggu lalu?" ulangku karena terkejut. "Saya baru datang beli gorengan lagi hari ini, sih, Bu. Udah lama juga saya nggak beli gorengan di sini."

"Iya, sekarang Ibu yang ganti jualan gorengan di sini. Ibu udah beli tempat ini sama suaminya."

Tempat yang dimaksud Ibu penjual gorengan baru itu adalah sebuah pondok kecil yang hanya terdiri dari satu ruangan. Letaknya cukup strategis di pinggir jalan yang sering dilewati banyak orang.

"Sekarang suami ibu itu di mana ya, Bu?"

"Itulah, Dek. Suaminya sejak si Ibu meninggal, jadi kayak orang linglung gitu. Ya, kan, biasanya si Ibu yang urus suaminya sambil jualan goreng. Memang Ibu itu yang ngurus semua keperluan suaminya. Mulai dari makan, mandi, sampai tidur. Bikin kopi aja suaminya nggak bisa karena selama ini dibikinin si Ibu terus. Padahal nih, ya, Dek, si Ibu sebenarnya juga lagi sakit parah."

"Sakit apa, Bu?"

"Kurang tahu juga saya, Dek. Kayaknya ada hubungan sama ususnya gitu."

Aku mengangguk-angguk paham. "Ohh, gitu ya, Bu."

"Jadi mau ambil gorengan yang mana aja, Dek?"

"Saya ambil dua puluh ribu, Bu. Bakwannya lima, ubinya .... "

Setelah ibu penjual gorengan yang baru selesai menyerahkan satu kantong plastik gorengan dan kembalian uang, aku pun mengucapkan terima kasih banyak kepadanya. Lebih tepatnya, berterima kasih banyak atas kisah pilu hidup orang lain yang sudah dibagikannya kepadaku di sore hari yang hangat ini.

Beberapa kisah cinta pergi begitu saja karena pemiliknya telah meninggalkan dunia ini. Apakah orang yang ditinggalkan tahu betapa dia yang meninggalkan sangat mencintai orang yang ditinggalkan itu? Cinta mereka justru sering kali tidak disadari. Seorang istri yang mengabdi dengan setia kepada suaminya hingga akhir hayat, sering kali baru disadari kehadirannya ketika dia sudah pergi untuk selamanya.

4 disukai 1.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction